Latest Games :
Home » » Kemenaketrans Sediakan Lowongan Kerja TKI di Arab Saudi

Kemenaketrans Sediakan Lowongan Kerja TKI di Arab Saudi

Senin, 31 Oktober 2011 | 0 komentar

Muhaimin Iskandar (Dok. Okezone)
Muhaimin Iskandar (Dok. Okezone)
JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menaketrans) Muhaimin Iskandar mengatakan pihaknya membuka peluang lowongan kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) formal untuk bekerja di Arab Saudi.
Hal ini dilakukan sebagai antisipasi dan solusi dalam penerapan moratorium penempatan TKI sektor pekerja domestik ke Arab Saudi.

Sedikitnya tersedia tujuh ribu lowongan pekerjaan bagi TKI formal yang telah tersedia di berbagai sektor pekerjaan di Arab Saudi. Lowongan pekerjaan sebagai TKI formal yang tersedia antara lain sebagai supir, sales dan pramuniaga, kasir, pekerja pabrik, pekerja pertanian dan perkebunan, cleaning service, perawat, dan lain sebagainya.

"Pemerintah menerapkan strategi untuk mendorong penempatan TKI sektor formal dan menggeser pekerjaan pada sektor domestik seperti pembantu rumah tangga. "Pelan-pelan akan kita kurangi hingga titik zero pada sektor-sektor domestik," ujar Muhaimin dalam keterangan pers tertulis yang diterima okezone, Senin (31/10/2011).

Dalam kunjungan kerjanya ke Arab Saudi, Menakertrans Muhaimin Iskandar mengadakan pertemuan dengan Abdul Razzaq D. Bindawood, pemilik perusahaan BinDawood Group yang bergerak di bidang yang bergerak di bidang jaringan supermarket, hotel, pabrik, property dan lain-lain di Jeddah, Arab Saudi pada Minggu (30/10) sore waktu kemarin.

Malam harinya, Menakertrans bertemu dengan pengusaha besar di Arab Saudi untuk melakukan lobi agar TKI formal bisa bekerja di perusahaan-perusahaan di Arab Saudi.

Kata Muhaimin peluang kerja sebagai TKI formal di Arab Suadi sangat besar. Peluang ini harus segera dimanfaatkan oleh para TKI yang hendak bekerja di Arab Saudi dengan mempersiapkan kompetensi kerja , keterampilan, bahasa dan pendekatan budaya.

“Lowongan kerja TKI Formal di Arab Saudi ternyata sangat besar. Sebagai contoh, Supermarket Bin Dawood ini sangat membutuhkan sekitar 3000  tenaga kerja sebagai supir, kasir, pramuniaga dan pekerja gudang,” jelasnya.

Peluang ini kata dia, harus segera ditindaklanjuti dan informasinya harus segera disebarluaskan kepada masyarakat dan calon TKI agar mereka benar-benar mempersiapkan diri dan melengkapi dokumen kerja yang dibutuhkan.

"Dalam penempatan TKI formal ada prosedur-prosedur yang harus disepakati bersama antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi serta perusahaan swasta. Hal ini harus dilakukan agar tidak mempersulit rekrutmen tanpa mengganggu aspek perlindungan TKI," paparnya.

Untuk pembenahan ke depan, Kemenakertrans akan melibatkan pemerintah daerah dalam perekrutan TKI. Sebelum Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia merekrut, dinas-dinas di pemerintah daerah akan bersikap pro aktif, agar tidak ada lagi perekrutan secara langsung di kampung-kampung masalah yang rentan dengan masalah.

"Kemenakertrans akan benahi dampak kelola penempatan dan perlindungan TKI ke Arab Saudi dan Negara penempatan lainnya. Kita pun akan meningkatkan dan memperketat aspek pengawasannya. Kita akan tindak tegas PPTKIS yang menggunakan cara rekrut massal yang cenderung tidak siap pakai," pungkasnya.
(fer)
Senin, 31 Oktober 2011 22:55 wib
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika anda memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai Artikel ini, atau hal-hal lain berhubungan dengan Blog ini, silahkan anda tinggalkan komentar anda disini.. Terimakasih masukan anda...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TKILN - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger