Latest Games :
Home » , » Tiga TKI Terbebas Hukuman Mati

Tiga TKI Terbebas Hukuman Mati

Rabu, 28 Desember 2011 | 0 komentar

Tiga TKI Terbebas Hukuman Mati, Lima Lainnya Masih Terancam

Liputan6.com, Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan WNI/TKI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri berhasil membebaskan  tiga Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi yang menghadapi ancaman hukuman mati (qishash). Mereka masing-masing Bayanah Binti Banhawi (29), Jamilah Binti Abidin Rofii alias Juariyah Binti Idin Ropii, dan Neneng Sunengsih Binti Mamih (34) kini dibebaskan dengan pemaafan keluarga korban di samping tuduhan pembunuhannya yang tidak terbukti.
Ketiganya akan dipulangkan pada Selasa (27/12) oleh Satgas TKI bekerjasama KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).  Demikian disampaikan Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, dalam surat elektrobiknya di Jakarta, Selasa (27/12).
Jumhur mengatakan, Bayanah Binti Banhawi, TKI yang beralamat Desa Ranca Labuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten adalah yang kali pertama dipulangkan dengan ditemani Ketua Satgas TKI. Bayanah terbang menggunakan maskapai Saudi Airlines No SV 822 dari King Khalid International Airport, Riyadh, Selasa (27/12) pukul 22.00 waktu setempat dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Rabu, 28/12 pukul 11.00 WIB.
Pemulangan kedua, lanjutnya, dilakukan pada Rabu (28/12) dari Bandara King Abdul Azis International, Jeddah terhadap Jamilah Binti Abidin Rofii, TKI asal Cianjur, Jawa Barat. Keberangkatan Jamilah akan didampingi pejabat KJRI Jeddah hingga di tanah air.
Sedangkan yang ketiga untuk pemulangan Neneng Sunengsih Binti Mamih. TKI asal Desa Bojong Kalong, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu direncanakan baru sekitar seminggu atau dua minggu kemudian dapat berangkat dari Ryadh, karena menunggu penyelesaian exit permit (izin ke luar) yang melihatkan pihak majikan tempatnya bekerja.
Jumhur menjelaskan, Bayanah yang berbekal paspor AA 988735 diberangkatkan ke Riyadh pada 29 Januari 2006 oleh PT Amanah Putera Pertama, Jakarta dan dipekerjakan sebagai TKI Penata Laksana Rumah Tangga di keluarga majikan Abdullah Umar Al Munthairi. Setelah masa kerja dua bulan, Bayanah terlibat kasus sangkaan pembunuhan anak majikannya yang berusia 4 tahun dan membuat dirinya ditahan di penjara khusus wanita Al Malaaz, Riyadh.
"Bayanah dituduh mematahkan tangan anak majikan yang mengalami cacat otak dan secara tidak sengaja anak tersebut tersiram air panas dari kran washtafel pada saat Bayanah mengganti pampers, sehingga mengakibatkan kematian sang anak setelah dirawat selama 12 hari," kata Jumhur.
Namun demikian, Bayanah mendapat pemaafan atas perbuatannya. Ia lalu dikenai denda berupa pembayaran diyat sebesar 55.000 Real Saudi dan telah dibayar pihak KBRI. Setelah itu, pada (26/10), Ketua Satgas TKI bertemu Gubernur Riyadh untuk menanyakan pembebasan Bayanah yang tidak terbukti membunuh korban. Pada 30 Oktober 2011, kantor Gubernur Riyadh mengirim telegram ke penjara Al Malaaz untuk membebaskan Bayanah.
Untuk kasus Jamilah Binti Abidin Rofii, tuduhannya melakukan pembunuhan atas majikannya, Salim Al Ruqi (80) warga negara Saudi. Akan tetapi tuduhan itu tidak kuat hingga akhirnya mendapat pemaafan keluarga korban yang diwakili anaknya, Ali Seha Al Ruqi di hadapan Raja Abdullah tanpa kewajiban membayar diyat.
Sementara itu, Neneng Sunengsih Binti Mamih, pemegang paspor AP 482272 ditempatkan oleh PT Jasmindo Olah Bakat untuk bekerja di Riyadh pada keluarga Ashraf Roja Al Rajan. Neneng menghadapi tuduhan membunuh bayi majikannya berusia 4 bulan setelah meminumkan susu, yang membuatnya meringkuk di Penjara Al Jouf, Riyadh. Karena kasusnya juga tidak terbukti secara hukum, Neneng dibebaskan dengan tidak diharuskaan memenuhi diyat. (ARI)
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Jika anda memiliki pertanyaan atau tanggapan mengenai Artikel ini, atau hal-hal lain berhubungan dengan Blog ini, silahkan anda tinggalkan komentar anda disini.. Terimakasih masukan anda...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TKILN - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger